Minggu, 11 Agustus 2013

Kenapa Memilih “Kelapa Muda” diantara Kebutuhan dan Harapan ? (Bagian 1)

  2013, saat itu dipenghujung ramadhan, bensin premium telah mencapai harga Rp. 6.500, kebutuhan hidup semakin bertambah, gensi hidup semakin bertambah, persaingan hidup di dunia kerja semakin tinggi dan sedikit sekali peluang untuk mendapatkan harta untuk memenuhi dorongan keinginan. Ingin seperti mereka yang bahagia memiliki semua yang mereka butuhkan.


Kelapa Muda BandungSebuah gambaran realita hidup yang  dirasakan, perut tidak pernah kompromi untuk tidak lapar, dorongan perut yang menjadi dasar untuk bergerak mencari apa yang bisa dimakan dan bagaimana supaya bisa dimakan.  Bukan hanya itu, sebab lain untuk bergerak mencari harta karena keinginan untuk memenuhi dari sebab adanya hajat biologis keturunan sehingga menuntut untuk memiliki harta untuk biaya kehidupan keluarga (istri dan anak). Rasa kemanusiaan terhadap kehidupan mendorong untuk berpikir apa yang harus dikerjakan. Bekerja pada orang lain terasa tidak lagi menjadi jawaban saat ini, “siapa yang akan mempekerjakan dengan hanya kemampuan dan sedikit waktu saat ini ?”.
Kebutuhan dan dorongan ini yang mendorong untuk berpikir “apa yang harus dikerjakan untuk mendapatkan harta ?”, gensi kalau harus meminta-minta. Harus menjadi “pengusaha” tapi “dari mana dan berapa besar yang harus dibutuhkan untuk modal ?” sekali lagi akal meminta jawaban. Dan sekali lagi menjawab “mulailah dari yang ada”.